Kukang, binatang khas kalimantan yang pemalu
kadang-kadang disebut pula malu-malu— adalah
jenis primata yang gerakannya lambat. Warna rambutnya beragam, dari
kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung
terdapat garis cokelat melintang dari belakang hingga dahi, lalu
bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuhnya berkisar antara
0,375-0,9 kg, dan panjang tubuh hewan dewasa sekitar 19–30 cm. Dari
delapan spesies kukang yang masih ada, enam di antaranya dapat ditemukan
di Indonesia, yakni di pulau-pulauSumatera, Jawa dan Kalimantan. Kukang
(Nycticebus spp.) memiliki penampilan yang lucu dan menggemaskan
sehingga banyak masyarakat umum yang gemar menjadikan primata ini
sebagai hewan peliharaan. Karenanya, semua jenis kukang ini telah
terancam oleh kepunahan. Kukang telah dilindungi oleh hukum Indonesia,
sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan
kriminal.
(sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Kukang)
Di dunia terdapat 14 jenis
(spesies) kukang yang 3 diantaranya terdapat di Indonesia. Ketiga jenis
kukang yang hidup di Indonesia adalah kukang besar (Nycticebus
coucang), kukang jawa (Nycticebus javanicus), dan kukang borneo
(Nycticebus menagensis). kukang yang berada dikalimantan yang dikenal
dengan nama kukang borneo.Kukang Borneo (Bornean Slow Loris). Kukang
bernama latin Nycticebus menagensis ini endemik Kalimantan yang bisa
ditemukan di Indonesia (Kalimantan, Bangka, dan Belitung), Malaysia
(Sabah dan Serawak), Brunei Darussalam, dan sebagian Filipina.
Sebelumnya, kukang jawa dianggap sebagai anakjenis (sub spesies)
dari Nycticebus coucang namun kemudian diakui sebagai spesies
tersendiri.
Dengan
cara yang lamban ini, kukang menghabiskan sedikit energi.
Bulunya yang
berwarna cokelat dan kasar, yang kadang-kadang ditumbuhi ganggang hijau,
menyebabkan binatang ini tersamar di lingkungannya. Kukang jarang turun
ke tanah karena cara berjalannya yang lamban dan kikuk akan
menjadikannya mangsa empuk bagi jaguar dan pemangsa lain. Selama bulan
pertama, kukang yang baru lahir menempel pada induknya untuk menyusu.
Kukang melahirkan satu anak pada musim panas. Setelah sebulan, anak
kukang mulai makan daun. Enam hingga sembilan bulan kemudian, induk
menyisihkan sebagian dari wilayah makannya bagi anaknya.Setiap kukang
belajar dari induknya untuk makan hanya pada pohon tertentu. Setelah
disapih, anakan itu mewarisi wilayah makanan induknya dan juga seleranya
untuk daun tertentu.
Cara makan yang pilih-pilih ini menjamin bahwa
beberapa kukang dapat makan di satu wilayah umum tanpa saling
mengganggu.Lambung KukangLambung kukang itu besar dan rumit, dengan
beberapa ruangan terpisah. Jalur setepatnya yang dilalui makanan
tidaklah diketahui, tetapi makanan itu tentulah tinggal di lambung untuk
jangka waktu yang lama. Pada ruangan di lambungnya, daun lambat laun
diuraikan oleh mukus. Di lambung kiri terdapat dua ruangan: satu
mengandung kelenjar-kelenjar peptik, dan yang lain adalah ruang pemamah
dan pengunyah.
Cara Mengasuh AnakSelama bulan pertama, kukang yang baru
lahir menempel pada induknya untuk menyusu. Kukang melahirkan satu anak
pada musim panas. Setelah sebulan, anak kukang mulai makan daun. Enam
hingga sembilan bulan kemudian, induk menyisihkan sebagian dari wilayah
makannya bagi anaknya.Setiap kukang belajar dari induknya untuk makan
hanya pada pohon tertentu. Setelah disapih, anakan itu mewarisi wilayah
makanan induknya dan juga seleranya untuk daun tertentu. Cara makan yang
pilih-pilih ini menjamin bahwa beberapa kukang dapat makan di satu
wilayah umum tanpa saling mengganggu.Tapi tidak bisa dipungkiri
perburuan akan satwa kecil ini juga meraja lela. Selain itu, kurang
ketatnya pengawasan, pelaksanaan dan penegakan hukum juga menjadi alasan
semakin maraknya perdagangan dan pemeliharaan kukang. Menurut data Unit
Kejahatan Satwaliar (Wildlife Crimes Unit/WCU) bahwa perdagangan kukang
di Indonesia menduduki peringkat ke dua setelah monyet ekor panjang
(Long-tailed macaque). Kukang yang diperdagangka n biasanya memiliki
ciri khas, yaitu dipotong bahkan sampai dicabut giginya oleh pedagang.
Pemotongan/pencabutan gigi ini, yang menyulitkan kukang untuk makan,
dilakukan sebelum dijual.Akibat yang dapat ditimbulkan cukup fatal,
seperti terjadinya infeksi atau bahkan sampai menyebabkan kematian
tragis satwa ini. Di sisi lain, karena gigi yang tidak sempurna, kukang
yang dapat diselamatkan dari perdagangan dan direhabilitasi memiliki
kemampuan bertahan hidup di alam yang sangat kecil. Upaya perlindungan
kukang tidak akan cukup kuat hanya dengan menjaga dari kepunahan, jika
perburuan dan perdagangan kukang tidak segera
diatasi.
sumber:
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/09/tentang-kukanghttps://id.wikipedia.org/wiki/Kukanghttps://alamendah.org/2010/08/08/kukang-nycticebus-coucang-yang-malu-malu/
http://kukangku.org/petisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar